Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya?

Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya? - Hallo sahabat YES MUSLIM, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Islam, Artikel Kabar, Artikel Muslim, Artikel Terkini, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya?
link : Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya?

Baca juga


Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya?



  Yes  Muslim  -  Anda tentu pernah, bahkan sering mendengarkan kata “amma ba’du” di berbagai sambutan, ceramah, atau pidato apa pun. Siapakah orang yang pertama kali mencetuskan kata yang berfungsi sebagai penjeda antara kalimat pujian berupa alhamdulillah dan seterusnya itu?

Kata ‘amma ba’du’ secara linguistik berarti dan segala sesuatu yang ada setelah itu (perkataan alhamdulillah). Dan, ternyata orang yang pertama kali mencetuskan dan memulai penggunaan kata ini adalah Nabi Dawud AS.

Fakta ini ditegaskan Abu Hilal al-‘Askary dalam kitabnya yang berjudul al-Awa’il. Kesimpulan tersebut merujuk pada penafsiran ayat ke-20 surah Shaad.

“Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.”

Kata fahsl al-khithab dalam ayat tersebut oleh sebagian kalangan ditafsirkan dengan pemaknaan kata “amma ba’du”, seperti pendapat Abu Musa al-Asy’ari dan as-Sya’bi.

Meski ada pula yang memaknai kata fashl al-khithab dengan persaksian dan keimanan dalam menyelesaikan sebuah persoalan.

Sedangkan, makna kalimat “amma ba’du”, al-‘Askary menjelaskan, yaitu kalimat yang memberi jeda antara untaian pujian terhadap Allah SWT, sebelum memulai pembicaraan lain yang lebih mendalam ke inti persoalan.

Kalimat ini pun akhirnya secara turun-temurun diwariskan dalam tradisi ceramah, pidato, khutbah, dan sambutan-sambutan lain di kalangan bangsa Arab dan bertahan hingga sekarang.

Bahkan, tidak hanya dilakukan bangsa Arab, tetapi juga umat Islam seantero dunia yang mengawali mukadimah ceramah mereka dengan redaksi pujian dan shalawat berbahasa Arab.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !


Demikianlah Artikel Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya?

Sekianlah artikel Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pernah Dengar “Amma Ba’du” dalam Khutbah, Siapa Pencetusnya? dengan alamat link https://yesmuslims.blogspot.com/2017/05/pernah-dengar-amma-badu-dalam-khutbah.html